• Home
  • Kontak
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Privacy & Policy
  • Tentang Kami
AFEKSI - Sajikan Kesan
Advertisement
  • Home
  • News
  • Opini
  • Features
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Opini
  • Features
  • Infografis
No Result
View All Result
AFEKSI - Sajikan Kesan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Opini
  • Features
  • Infografis
Home Opini

LITERASI BERIMBANG: GURU-SISWA

afeksi.com by afeksi.com
November 1, 2024
in Opini
0
LITERASI BERIMBANG: GURU-SISWA
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : (Amir Ali, S.Pd.)

Pada tahun 2015, Kementerian Pendidikan Nasional meluncurkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Agar program GLS lebih memiliki pijakan legal formal, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Permendikbud ini semakin menguat dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Terbitnya Perpres dan Permendikbud ini tidak lepas dari tinjauan terhadap konteks yang sifatnya lebih luas, global. Sebagai contoh, beragam survei internasional menjadikan literasi sebagai subjek pengukuran, salah satunya dilakukan oleh PISA (Programme for International Student Assessment). Sejak berpartisipasi dalam survei tiga tahunan yang dilaksanakan oleh PISA tahun 2000, posisi Indonesia selalu berada di kelompok bawah. Survei teranyar PISA 2018 yang diliris oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) pada Selasa, 3 Desember 2019 di Paris, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-72 dari 77 negara yang disurvei dalam kemampuan membaca. Posisi Indonesia berada di bawah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, bahkan Brunei. Kita tentu bersepakat bahwa literasi merupakan salah satu jawaban terhadap kesiapan untuk bersaing pada tingkat global. Pada World Economy Forum yang diadakan pada tahun 2015 telah dirumuskan 16 kompetensi abad ke-21 yang harus dikuasai siswa dan menempatkan literasi sebagai kunci utama. Selain itu, studi internasional lainnya seperti PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) dan TIMSS (The Trends in International Mathematics and Science Study) pun menempatkan pencapaian literasi sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan pada negara-negara maju dan berkembang. Kita tidak dapat memungkiri bahwa kemampuan literasi berperan penting bagi seseorang dalam menghadapi fenomena kehidupan beserta segala tantangannya. Kehidupan bergerak karena munculnya beragam informasi. Informasi mengandung pesan, pengetahuan yang akan memandu seseorang dalam berprinsip dan melakukan sesuatu. Tingkat literasi seseorang berhubungan langsung dengan kualitas kemampuan menerima informasi serta menangkap dan melaksanakan pesan yang diterimanya. Kondisi tersebut pun berlaku pada tataran dunia pendidikan, sekolah. Sekolah adalah kawah candradimuka dalam pengembangan dan penguatan literasi siswa, generasi masa depan Indonesia. Kondisi Indonesia di masa mendatang ditentukan oleh siswa saat ini. Cara guru membangun kemampuan berliterasi sangat menentukan eksistensi siswa pada masa mendatang. Sesuatu yang tidak salah bila dinyatakan bahwa guru adalah aktor utama dalam membumikan semangat berliterasi di sekolah. Oleh karena itu, guru perlu menyadari bahwa sasaran Gerakan Literasi Sekolah tidak hanya difokuskan pada siswa, tetapi juga pada guru. Beban utama berhasilnya membangun literasi di sekolah berada di pundak guru. Selain menguatkan literasi siswa, guru pun harus menguatkan literasi diri. Siswa akan menjadi literat bila guru pun literat. Bila siswa diharuskan untuk berliterasi melalui membaca dan menulis, guru pun harus melakukan hal tersebut. Guru bukan lagi sebagai pembuat program dan pemberi perintah untuk dilaksanakan oleh siswa, melainkan sebagai pembuat sekaligus pelaksana program penguatan literasi. Guru adalah sumber kekuatan dalam menumbuhkembangkan literasi siswa. Berkaitan erat dengan harapan itu, Kesepakatan Muscat (Muscat Agreement) yang diselenggarakan oleh Unesco di Muscat, Oman pada tahun 2014 menargetkan bahwa pada tahun 2030 seluruh pelajar di semua negara dididik oleh guru-guru yang memenuhi kualifikasi, terlatih secara profesional, memiliki motivasi, dan mendapatkan dukungan penuh dalam menjalankan tugasnya. Implikasi dari kesepakatan tersebut adalah guru dituntut untuk mengembangkan metode yang inovatif dan kreatif dalam pembelajaran dan juga membangun kemampuan literasi pada siswa. Hal ini dibutuhkan dalam pendampingan siswa dalam pemahaman materi pembelajaran, pengembangan kemampuan berpikir kritis, dan menjadikan proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Guru selayaknya memberikan rasa nikmat belajar pada siswa sehingga seluruh aktivitas pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan. Guru perlu pula untuk memahami bahwa keberhasilan program literasi harus diiringi dengan literasi berimbang antara dirinya dengan para siswa. Literasi siswa menjadi kuat dan mengakar bila literasi pada diri guru kuat dan mengakar pula. Keberhasilan penguatan literasi pada siswa harus dibarengi dengan penguatan literasi pada seluruh guru. Marilah memulai, tanpa menunda lagi, dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan literasi karena kita, guru mata pelajaran apapun, memiliki potensi itu. Sekali lagi, berliterasilah pada diri sendiri, sebelum meminta para siswa untuk berliterasi. Semoga! (Guru SMAN 1 Sidoarjo)

Previous Post

Kedai Es Krim Zangrandi, Saksi Sejarah Sejak Masa kolonial hingga Era Milenial

Next Post

Krisis Bahasa di Maluku, Penutur Tinggal Hitungan Jari

afeksi.com

afeksi.com

Next Post
Krisis Bahasa di Maluku, Penutur Tinggal Hitungan Jari

Krisis Bahasa di Maluku, Penutur Tinggal Hitungan Jari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ramaikan Sidoarjo Racing Fest, Ajang Latihan Bersama Street Race dengan Beragam Hiburan

Ramaikan Sidoarjo Racing Fest, Ajang Latihan Bersama Street Race dengan Beragam Hiburan

November 21, 2024
Debat Ketiga Cabup Sidoarjo Jadi Digelar di Hotel Aston, Massa Simpatisan Dilarang Hadir

Debat Ketiga Cabup Sidoarjo Jadi Digelar di Hotel Aston, Massa Simpatisan Dilarang Hadir

November 11, 2024
Puluhan Pejabat Pemkab Sidoarjo Juga Ikuti Retret di Magelang

Puluhan Pejabat Pemkab Sidoarjo Juga Ikuti Retret di Magelang

February 21, 2025
Pengasuh Ponpes Tebu Ireng Beri Dukungan BAIK

Pengasuh Ponpes Tebu Ireng Beri Dukungan BAIK

November 4, 2024
Gus Kautsar : Subandi Ini Istimewa Betul

Gus Kautsar : Subandi Ini Istimewa Betul

0
Pjs. Bupati Sidoarjo : Tenaga Keperawatan Mampu Tingkatkan Kualitas Kesehatan

Pjs. Bupati Sidoarjo : Tenaga Keperawatan Mampu Tingkatkan Kualitas Kesehatan

0
Libatkan Orang Tua dalam Stimulasi Bahasa dan Literasi Siswa KB-TK Al Muslim

Libatkan Orang Tua dalam Stimulasi Bahasa dan Literasi Siswa KB-TK Al Muslim

0
Senam Fun Line Dance Bareng Cawabup Hj Mimik, Ratusan Ibu-Ibu Repnas All Out Dukung Pasangan BAIK

Senam Fun Line Dance Bareng Cawabup Hj Mimik, Ratusan Ibu-Ibu Repnas All Out Dukung Pasangan BAIK

0
Gelar Festival Kota Lama, Sidoarjo Kenalkan Ciri Khas Makanan Berbahan Dasar Petis

Gelar Festival Kota Lama, Sidoarjo Kenalkan Ciri Khas Makanan Berbahan Dasar Petis

December 22, 2025
Belajar atau Scroll Terus?’ Dampak Kecanduan Gadget bagi Mahasiswa

Belajar atau Scroll Terus?’ Dampak Kecanduan Gadget bagi Mahasiswa

December 22, 2025
Kejaksaan Negeri Sidoarjo Bersama Pemkab Sidoarjo Siap Terapkan Pidana Kerja Sosial

Kejaksaan Negeri Sidoarjo Bersama Pemkab Sidoarjo Siap Terapkan Pidana Kerja Sosial

December 16, 2025
Bupati Sidoarjo Sidak Pembangunan SDN Suko, Pastikan Kualitas Sesuai Standar

Bupati Sidoarjo Sidak Pembangunan SDN Suko, Pastikan Kualitas Sesuai Standar

December 16, 2025

Recent News

Gelar Festival Kota Lama, Sidoarjo Kenalkan Ciri Khas Makanan Berbahan Dasar Petis

Gelar Festival Kota Lama, Sidoarjo Kenalkan Ciri Khas Makanan Berbahan Dasar Petis

December 22, 2025
Belajar atau Scroll Terus?’ Dampak Kecanduan Gadget bagi Mahasiswa

Belajar atau Scroll Terus?’ Dampak Kecanduan Gadget bagi Mahasiswa

December 22, 2025
Kejaksaan Negeri Sidoarjo Bersama Pemkab Sidoarjo Siap Terapkan Pidana Kerja Sosial

Kejaksaan Negeri Sidoarjo Bersama Pemkab Sidoarjo Siap Terapkan Pidana Kerja Sosial

December 16, 2025
Bupati Sidoarjo Sidak Pembangunan SDN Suko, Pastikan Kualitas Sesuai Standar

Bupati Sidoarjo Sidak Pembangunan SDN Suko, Pastikan Kualitas Sesuai Standar

December 16, 2025
AFEKSI – Sajikan Kesan

afeksi.com
Jalan Mongonsidi Sidoarjo
081776098373
afeksimedia@gmail.com

Follow Us

Browse by Category

  • Apps
  • Business
  • Fashion
  • Features
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • Infografis
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • News
  • Opini
  • Politics
  • Science
  • Sports
  • Startup
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Recent News

Gelar Festival Kota Lama, Sidoarjo Kenalkan Ciri Khas Makanan Berbahan Dasar Petis

Gelar Festival Kota Lama, Sidoarjo Kenalkan Ciri Khas Makanan Berbahan Dasar Petis

December 22, 2025
Belajar atau Scroll Terus?’ Dampak Kecanduan Gadget bagi Mahasiswa

Belajar atau Scroll Terus?’ Dampak Kecanduan Gadget bagi Mahasiswa

December 22, 2025
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Kontak

© 2024 AFEKSI.COM

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Opini
  • Features
  • Infografis

© 2024 AFEKSI.COM