Afeksi.com – Ada yang berbeda dalam perayaan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo periode 2025-2030 kali ini. Jika biasanya ucapan selamat datang dalam bentuk karangan bunga yang menghiasi kantor pemerintahan dan ruang publik, kini Pemkab Sidoarjo mengimbau perusahaan dan instansi untuk menggantinya dengan pohon pule (Alstonia scholaris).
Melalui Surat Edaran Nomor 000.1.8.2/2180/438.1.2.2/2025 yang dikeluarkan pada 18 Februari 2025, Pemkab Sidoarjo mengajak seluruh pihak berkontribusi dalam penghijauan kota. Imbauan ini bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari komitmen serius untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Mengapa Pohon Pule?Pohon pule bukan hanya sekadar tanaman penghijauan biasa. Di masyarakat Sidoarjo, pohon ini memiliki makna simbolik yang mendalam. Selain dikenal sebagai pohon yang kuat dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, pule juga sering dikaitkan dengan perlindungan dan keteduhan—dua hal yang diharapkan dapat menyertai kepemimpinan baru Sidoarjo.
“Pohon pule dipilih karena memiliki ketahanan tinggi dan manfaat jangka panjang bagi lingkungan,” demikian bunyi surat edaran yang ditandatangani Sekretaris Daerah Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, S.KM., M.Kes.
Dibandingkan dengan karangan bunga yang hanya bertahan beberapa hari sebelum layu dan dibuang, pohon pule dapat tumbuh bertahun-tahun, memberikan keteduhan, menyerap polusi, serta memperindah kota. Keberadaannya di berbagai sudut Sidoarjo nantinya akan menjadi simbol perubahan yang tidak hanya seremonial, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
Menggantikan karangan bunga dengan pohon pule mungkin terdengar sederhana, tetapi langkah ini mencerminkan visi jangka panjang. Upaya penghijauan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian lingkungan.
Selain itu, kebijakan ini juga selaras dengan tren global yang mulai mengurangi pemborosan sumber daya dalam berbagai perayaan dan acara seremonial. Dengan cara ini, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo tidak hanya menjadi momen seremonial belaka, tetapi juga memulai era kepemimpinan yang lebih ramah lingkungan.
Menyambut Pemimpin dengan Hijaukan KotaPelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo periode 2025-2029 akan berlangsung pada 20 Februari 2025. Momen ini menjadi awal perjalanan kepemimpinan baru dalam membawa perubahan bagi Kabupaten Sidoarjo.Melalui inisiatif penghijauan ini, Pemkab Sidoarjo tidak hanya mengajak perusahaan dan instansi untuk berpartisipasi dalam menyambut pemimpin baru, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.Dengan semakin banyaknya pohon pule yang ditanam, Sidoarjo tidak hanya menyambut pemimpin baru dengan cara yang unik, tetapi juga membangun warisan hijau yang akan dinikmati oleh generasi mendatang. (Afeksi.com)














