SURABAYA — Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember, Midtown Residence Surabaya mengadakan acara inklusif bertajuk “Warna Warni Tanpa Suara: Kopi Tutur Rasa x Tutur Mata” (2/12) bertempat di Midtown Residence Surabaya.
Acara ini merupakan kolaborasi antara Kopi Tutur Rasa, Disabilitas Berkarya (Tutur Mata) dan Kitasetara Foundation yang bersama-sama menciptakan ruang apresiasi bagi kreativitas dan potensi teman-teman disabilitas.
Teman-teman barista Tuli dari Kopi Tutur Rasa mengekspresikan karakter dan perjalanan mereka melalui sajian kopi, sementara teman-teman dari Tutur Mata menyampaikan cerita dalam prespektif melalui karya fotografi. Disela talkshow disabilitas, teman Tuli barista Kopi Tutur Rasa terdiri dari Akbar, Dandi Wijaya, Della, Devi dan Rio mengajak seluruh peserta belajar huruf abjad bahasa isyarat bisindo.
Rangkaian acara meliputi Talkshow Inklusif, Pameran Foto Tutur Mata dan Bedah Buku “Tutur Mata”. Dalam sesi bedah buku “Tutur Mata”, Pak Mamuk dan Pak Leo selaku mentor fotografi menyampaikan cerita dibalik potret hasil karya teman-teman Disabilitas Berkarya.

Setiap foto memiliki makna, pesan dan cerita personal yang disampaikan melalui visual tanpa suara secara mendalam. Karya tersebut dihasilkan oleh para fotografer dari Tutur Mata yang juga merupakan penyandang disabilitas, yaitu Septian, Kiking, Omay, Dewa, Jacky, Pina dan Kori.
Buku Foto Tutur Mata sempat mencuri perhatian banyak kalangan hingga 19 September lalu mendapat kesempatan untuk dipresentasikan di ajang tahunan Jakarta International Photo Festival (JIPFest) yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, sebuah festival yang dikenal sebagai ruang temu para fotografer, peneliti, dan pegiat visual dari dalam dan luar negeri.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai kalangan termasuk teman-teman disabilitas dari berbagai komunitas, mahasiswa dan dosen dari UNESA, UNITOMO dan STIKOSA. Ibu Eva selaku Kepala UPTD Kampung Anak Negeri Dinas Sosial Surabaya juga hadir memberikan dukungan atas inisiatif pemberdayaan dan gerakan inklusif ini. (*)














