SIDOARJO – SMP Al Muslim Jawa Timur punya cara unik memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia dan Hari Pramuka ke-64. Dua momentum besar itu dikemas menjadi satu acara spektakuler bertema Kolaborasi adalah Kekuatan, Merdeka adalah Tujuan yang digelar meriah pada Kamis (14/8).
Seluruh warga sekolah—mulai dari dewan guru, staf, hingga siswa—turut larut dalam semangat kebersamaan. Ketua panitia, Andri Yulyanto, M.Pd., mengatakan persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari. “Semua dilatih dan dipersiapkan dengan matang, supaya setiap siswa dan guru bisa tampil maksimal,” ujarnya.Empat lomba utama menjadi magnet acara: Scout Challenge, lomba catur, lomba mading, dan paduan suara. Tiap lomba dirancang untuk menguji kreativitas, kekompakan, dan semangat nasionalisme siswa.
Bagi sebagian siswa, lomba ini jadi pengalaman pertama. Seperti yang dirasakan Abiyu, siswa kelas VII, yang harus berhadapan dengan kakak kelas di kompetisi. “Deg-degan banget. Baru pertama ikut lomba di SMP dan langsung lawan kakak kelas. Doakan ya, semoga kelas saya menang,” katanya sambil tersenyum.
Kepala SMP Al Muslim, Ustazah Ika Sriyaningsih, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penggabungan dua acara ini bukan sekadar efisiensi, tetapi juga untuk menguatkan rasa cinta tanah air. “Semoga para generasi penerus bangsa ini semakin mencintai tanah air, dimulai dari kegiatan kecil seperti hari ini,” tegasnya.Lomba Mading bertema kemerdekaan diikuti semua kelas, dikoordinasi Ustazah Dita.
Penilaian dilakukan pukul 14.00 oleh Ustazah Ekky, Ustazah Junny, dan Ustazah Nurun dengan kriteria kreativitas, isi literasi minimal 50 persen, desain, kesesuaian tema, serta kerapian. Mading berukuran A2 dibuat berkelompok, kontennya disiapkan sebelum hari H, sementara dekorasi dilakukan di sekolah. Pemenang dipilih dari tiap tingkatan kelas VII, VIII, dan IX.Lomba Paduan Suara melibatkan 10–15 siswa per kelas dengan kostum merah. Setiap kelompok membawakan dua lagu: satu wajib (pilihan ‘Maju Tak Gentar’, ‘Bangun Pemuda Pemudi’, ‘Hymne Pramuka’, atau ‘17 Agustus’) dan satu pilihan bertema nasionalisme. Penilaian oleh Ustazah Dyah, Ustazah Kiky, dan Ustaz Ari didasarkan pada harmonisasi vokal, keselarasan nada, kekompakan, serta performance yang meliputi ekspresi, koreografi, dan kostum.
Lomba Catur diikuti satu siswa per kelas, digelar di aula dengan tiga papan catur sekaligus. Setiap pertandingan berdurasi 15 menit. Pemenang ditentukan lewat skak mat, atau akumulasi poin bidak jika waktu habis. Dewan juri terdiri dari Ustaz Udin, Ustaz Yogi, dan Ustaz Rifai.Scout Challenge menguji keterampilan pramuka delapan siswa dari tiap kelas dengan empat pos rintangan. Di Pos 1, empat siswa mengikat dan membawa kelapa ke Pos 2. Di Pos 2, satu siswa melewati halang rintang sambil membawa kelapa. Pos 3 diisi dua siswa yang merangkai Dasadharma dan menempelkannya di papan dada sambil membawa kelapa. Di Pos 4, satu siswa membawa papan dada Dasadharma dan kelapa ke panggung kehormatan.Acara ditutup dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah di aula—momen yang paling ditunggu peserta.
Salah satu penerima hadiah, Aira, mengaku senang sekaligus berharap hadiah tahun depan lebih besar. “Selain hadiahnya, yang penting kebersamaan. Kita makin kompak dan bangga jadi warga Indonesia,” katanya.Bagi SMP Al Muslim, perayaan ini bukan hanya sekadar kompetisi. Lebih dari itu, acara ini menjadi wadah mempererat tali persaudaraan, memupuk semangat kolaborasi, dan menanamkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. (*)














